BIREUEN – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren Sirajul Mudi Aziziyah, Gampong Tringadeng, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen. Pada Jumat, 27 Februari 2026, sebanyak 1.000 anak yatim dari pelosok Kecamatan Makmur berkumpul untuk mengikuti agenda buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Lembaga Peumakmu Nanggroe Aceh (LPNA).
Kegiatan mulia ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara LPNA dengan Tabung Derma Khairat (TADEKHAH) yang merupakan kumpulan donasi dari para pekerja di Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam. Acara ini juga turut didukung oleh Program Studi Manajemen Dakwah UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Ketua LPNA, Usman Ismail, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan di bulan Ramadan, melainkan wujud nyata persaudaraan lintas negara antara muslim Aceh dan Brunei Darussalam.
“Kegiatan buka puasa bersama ini sudah menjadi agenda rutin kami setiap Ramadan. Kami sangat bersyukur bahwa saudara-saudara kita, para pekerja di Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah melalui TADEKHAH, memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap Aceh,” ujar Usman Ismail di sela-sela acara.
Usman menambahkan bahwa hubungan emosional antara TADEKHAH dan masyarakat Aceh sudah terjalin lama. TADEKHAH dikenal konsisten membantu Aceh dalam berbagai situasi sulit, termasuk pengiriman bantuan bagi korban banjir di wilayah Sumatra beberapa waktu lalu.

Komitmen Bantuan Berkelanjutan
Kehadiran bantuan dari Brunei Darussalam ini membawa angin segar bagi keberlangsungan program sosial di Aceh. Berdasarkan koordinasi dengan Ketua Tabung Derma Khairat, Tuan Redhatuddin, kerja sama ini dipastikan tidak akan berhenti di sini.
“Hasil kesepakatan antara Ketua TADEKHAH dengan LPNA, bantuan ini akan diberikan secara berkelanjutan. Tuan Redhatuddin memiliki komitmen kuat untuk terus membersamai dan membantu saudara-saudara muslim di Aceh dalam berbagai program kemanusiaan ke depan,” tegas Usman Ismail dengan nada optimis.
Syiar Pendidikan di Tengah Kebahagiaan
Selain aspek sosial, acara ini juga diwarnai dengan misi edukasi. Tim dari Program Studi Manajemen Dakwah Universitas Islam Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry) memanfaatkan momentum ini untuk melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru.
Kepada para santri dan pemuda yang hadir, tim sosialisasi mengajak generasi muda Bireuen untuk melanjutkan pendidikan tinggi di “Kampus Jantong Hate” rakyat Aceh, yakni UIN Ar-Raniry. Hal ini dilakukan untuk memotivasi anak-anak yatim dan santri agar tetap semangat meraih mimpi setinggi langit melalui jalur pendidikan dakwah dan manajemen.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk para donatur di Brunei Darussalam dan para tokoh masyarakat Aceh, dilanjutkan dengan berbuka puasa yang penuh dengan rasa kekeluargaan. Senyum bahagia terpancar dari wajah 1.000 anak yatim yang hadir, membawa pulang kenangan manis dan semangat persaudaraan yang tak berbatas ruang dan negara. []