Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berbasis tata kelola dan pendampingan masjid di Gampong Alue Dua, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Februari 2026 ini, terlaksana atas kolaborasi strategis dengan mitra internasional, Tabung Dherma Khairat (Tadheka) Redhatuddin—sebuah yayasan di bawah naungan Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam—serta Lembaga Peumakmu Nanggroe Aceh (LPNA).
Ketua Prodi Manajemen Dakwah, Dr. Sakdiah, M.Ag., menyampaikan bahwa pengabdian ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi besar Program Studi Manajemen Dakwah tahun 2025 untuk menjadi prodi yang profesional, unggul, kompetitif, dan integratif.
“Kegiatan ini adalah implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berupaya memberikan penguatan keilmuan bagi majelis perempuan, salah satunya melalui bimbingan praktis Tajhiz Mayit (pengurusan jenazah), sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu manajemen dakwah di lapangan,” ujar Dr. Sakdiah.
Bantuan Tadheka untuk Masjid
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap fasilitas ibadah, Lembaga Peumakmu Nanggroe Aceh (LPNA) bersama Tadheka dan para pekerja Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Brunei Darussalam menyerahkan bantuan berupa perangkat sound system untuk dua masjid di Kecamatan Makmur, yaitu Masjid Baitullah dan Masjid Nurul Huda.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan LPNA dan Tadheka, yang diterima oleh Anwar selaku Keuchik Gampong Alue Dua dan Mukhlis Kasem selaku Keuchik Gampong Cot Krut. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas syiar Islam di desa setempat.
Ketua LPNA sekaligus dosen Prodi MD, Usman, M.Si, menjelaskan bahwa kolaborasi kemanusiaan ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, Tadheka melalui LPNA juga telah menunjukkan kepeduliannya terhadap bencana alam di Bireuen.
“Pada 20 Desember 2025 lalu, kami juga telah menyalurkan bantuan masa panik untuk korban banjir di Gampong Blang Me, Kecamatan Kutablang. Bantuan saat itu terdiri dari 100 kotak mi instan, 45 papan telur ayam, serta 150 sak beras ukuran lima kilogram,” jelas Usman.
Bantuan logistik tersebut pada waktu itu diterima langsung oleh Dahlamuddin, Keuchik Gampong Blang Me, sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah banjir.
Rangkaian kegiatan PKM di Bireuen ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan prodi, dosen, mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah, serta perangkat gampong dan tokoh masyarakat setempat. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol eratnya kerja sama antara akademisi, lembaga sosial internasional, dan masyarakat. []